NADIKABAR.COM — Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel TNI Angkatan Darat yang tengah menjalankan tugas dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Ketiga prajurit itu adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah; Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.

"Tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa," kata Mensesneg Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Jumat (6/11).

Ketiganya gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11) lalu.

Prasetyo menyampaikan Prabowo menaruh perhatian penuh terhadap petugas dalam penanganan karhutla.

"Termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan," ucapnya.

Pras menegaskan pemerintah hingga kini terus berupaya memadamkan karhutla. Ia menyadari bahwa proses itu menghadirkan risiko yang sangat tinggi bagi para petugas di lapangan.

Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (5/11), sebanyak 1.468 titik api karhutla tersebar di enam provinsi. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.

"Dan terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing. Saudara-saudara ketahui itu semua mengandung risiko. Mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ujar dia.