NADIKABAR.COM — Pemerintah mendorong investasi kelistrikan 100 gigawatt (GW) dan penguatan energi baru dan terbarukan (EBT) dalam rangka menuju net zero emission (NZE) antara 2050-2060.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan Indonesia tetap menjalankan agenda transisi menuju EBT meskipun terdapat dinamika global terkait komitmen perubahan iklim.
"Indonesia tak akan bergeming dan tetap konsisten untuk memenuhi target net zero emission kita di 2050 sampai 2060. Caranya bukan hanya tema, langsung dibuat program konkret. Di RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) kita dorong 70 persen energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt," tegasnya saat pembukaan Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa.