NADIKABAR.COM β€” Pemerintah mendorong peningkatan produktivitas tambak udang tradisional yang mencakup sekitar 82 persen dari total luas tambak udang di Indonesia untuk memperkuat daya saing industri udang nasional.

Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Mohamad Rahmat Mulianda di Jakarta, Kamis, mengatakan penguatan tambak tradisional perlu dilakukan melalui perbaikan infrastruktur, termasuk irigasi pertambakan, dukungan kebijakan pembiayaan, serta penerapan teknologi dan praktik budi daya yang lebih berkelanjutan.

Pemerintah juga mendorong program perbaikan infrastruktur pertambakan tradisional melalui revitalisasi kawasan tambak agar kegiatan budidaya menjadi lebih produktif sekaligus memperhatikan aspek lingkungan.

Rahmat menilai penguatan tambak tradisional juga penting untuk meningkatkan daya saing industri udang nasional. Saat ini, pangsa pasar udang Indonesia di pasar dunia sekitar 6 persen dan masih perlu ditingkatkan.

β€œWalaupun secara portofolio udang menjadi kontributor ekspor terbesar Indonesia, dalam kaitan market share dunia masih belum optimal,” kata Rahmat.

Ia mengatakan peningkatan daya saing juga membutuhkan perbaikan dari sisi pengendalian penyakit, biosekuriti kawasan, penerapan standar operasional budidaya, teknologi, serta pemasaran.

Pemerintah menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan terdapat terobosan dalam pengembangan industri udang nasional, termasuk melalui peningkatan produktivitas tambak tradisional dan penguatan tata kelola kawasan budi daya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong industri udang Indonesia menjadi lebih kompetitif dan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap ekspor nasional.