Pemerintah, lanjut Agung, mulai mempercepat pembangunan jaringan pada tahun ini dengan target mencapai 1 juta SR hingga 2028.
"Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR," ujar dia.
Konektivitas jaringan transmisi gas, salah satunya Pipa Cirebon-Semarang, menurut dia, menjadi fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan pengembangan jaringan gas bumi merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk mendukung swasembada energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Pembangunan jaringan gas kota juga masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional pada Rencana Kerja Pemerintah 2027, sementara pembangunan jaringan gas perkotaan tercantum sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Kunjungan kerja Dudung ke Gresik dan Sidoarjo bersama Agung serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta juga dilakukan untuk meninjau persiapan pengoperasian jaringan gas bumi yang dibangun melalui APBN tahun anggaran 2025-2026.
Ditjen Migas Kementerian ESDM sebelumnya telah membangun jaringan gas bumi menggunakan APBN sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 dengan PGN sebagai operator.