Selain itu, massa aksi yang terdiri dari sejumlah organisasi (HMI, GMNI, hingga PMII) Universitas Nasional (Unas) juga menggelar unjuk rasa di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka tiba di lokasi menjelang pukul 15.30 WIB dengan estimasi massa aksi kurang lebih 50 hingga 70 orang.
Demonstrasi hari ini mengusung sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional dan mengadili korporasi yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menuntaskan integrasi tata kelola lahan.
Kemudian menuntut pemerintah mewujudkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan untuk kepentingan politik praktis seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Lalu menuntut penurunan biaya pendidikan dan meminta pemerintah memberikan akses layanan dasar yang merata. Selanjutnya meminta penghentian penggunaan instrumen hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan dan memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Poin yang tak kalah penting adalah meminta pemerintah agar memberikan jaminan dan pelindungan terhadap kebebasan bersuara, mengadili pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM), dan menghentikan militerisasi di ruang sipil.