NADIKABAR.COM — Pemerintah Indonesia melakukan skrining tuberkulosis (TB) di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia pada 2026 untuk mempercepat penemuan kasus dan menekan penularan penyakit tersebut.

"Kita ingin mempercepat penemuan penderita TB, karena semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula mendapatkan pengobatan. Dengan begitu, risiko penularan kepada orang di sekitarnya dapat dikurangi," kata Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Padang, Jumat.

Hal ini disampaikan pada kegiatan Pengabdian Masyarakat "Untuk Indonesia Sehat" melalui skrining tuberkulosis (TB) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada 17-18 September 2026.

Ia menargetkan penemuan dan pengobatan kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia mencapai 90 persen pada 2026, sebagai upaya menekan penularan penyakit tersebut.

"Tahun ini kita harapkan naik 90 persen, jadi kalau bisa satu juta orang ditemukan dan diobati. Makin banyak yang diobati dan sembuh, maka tidak menularkan penyakit TB lagi," ujarnya.

Ia menjelaskan Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1,08 juta kasus TB dengan angka 382 kasus per 100 ribu penduduk. Pada 2025, sebanyak 867 ribu kasus telah ditemukan dan diobati atau sekitar 80 persen.

Ia mengatakan penanganan TB di Indonesia selama ini telah berjalan dengan baik, terutama dalam pengobatan pasien yang telah terdiagnosis. Namun, upaya pencegahan terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TB masih perlu diperkuat.