Bahlil mengatakan pengembangan sektor kelistrikan menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Untuk mendukung program tersebut, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai 70–73 miliar dolar AS.

Bahlil menekankan pentingnya kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak dengan tetap memperhatikan penggunaan komponen dalam negeri.

Diwartakan sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan telah mengajukan revisi RUPTL.