NADIKABAR.COM — Pemerintah memacu program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Merauke, Papua Selatan, melalui penguatan sarana produksi, infrastruktur, dan kelembagaan petani untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.
“Ke depan, saya akan laporkan ke Pak Menteri (Pertanian Andi Amran Sulaiman) untuk ada semacam solusi terpadu. Khusus untuk cetak sawah ini, dari mulai hulu sampai hilirnya, sampai bisa berjalan dengan baik,” ujar Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Saleh meninjau langsung lokasi cetak sawah di Desa Muram Sari, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke pada Sabtu (24/10).
Penguatan infrastruktur pertanian, pemenuhan sarana produksi, serta kelembagaan petani menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan lahan yang telah dibuka agar semakin produktif dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Berdasarkan data program, luas cetak sawah di Papua Selatan mencapai 45.993 hektare, terdiri atas 17.693 hektare pada 2025 dan 28.300 hektare pada 2026.
Wamentan berdialog dengan kelompok tani dan mendengarkan langsung berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari jalan usaha tani, irigasi, mekanisasi, hingga ketersediaan pupuk dan benih.