NADIKABAR.COM — Pemerintah memastikan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Suroto kepada NadiKabar di Jakarta, Sabtu, mengatakan infrastruktur berperan sebagai tulang punggung perekonomian. Infrastruktur dapat menopang konektivitas, mobilitas masyarakat, hingga akses terhadap berbagai pusat ekonomi.

Suroto mencontohkan MRT Jakarta trase Utara-Selatan yang mencakup fase I, 2A dan 2B dengan total nilai investasi sekitar Rp49,8 triliun.

Saat ini, MRT telah melayani rute Lebak Bulus–Bundaran HI dengan perluasan layanan hingga kota yang ditargetkan beroperasi pada 2030.

“Sepanjang 2025, MRT Jakarta melayani 46,5 juta penumpang atau rata-rata sekitar 127.000 penumpang per hari. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 999.000 penumpang per hari pada 2035,” ujar Suroto.

Kemudian dari sisi industri, PSN turut memperluas kesempatan kerja dan mendorong pengembangan sumber daya manusia. Kawasan Industri Weda Bay, misalnya.

Suroto menjelaskan pada 2018, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) telah menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja, dengan kebutuhan tenaga kerja yang diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 120.000 orang pada 2026.

Manfaat lainnya terlihat pada pembangunan bendungan yang mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air irigasi, meningkatkan ketersediaan air baku membantu pengendalian banjir, serta mendukung penyediaan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Secara umum, keberhasilan PSN tidak hanya diukur dari penyelesaian fisik dan realisasi investasi, tetapi juga dari peningkatan konektivitas, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan aktivitas ekonomi, peningkatan produktivitas, serta manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” jelas dia.

Adapun pemerintah mencatat sejak 2016 hingga 29 Oktober 2026, sebanyak 250 Proyek Strategis Nasional (PSN) terlah selesai, dengan total nilai investasi mencapai Rp2.396 triliun.

Khusus pada 2026, hingga bulan September, sebanyak enam proyek PSN sudah rampung dibangun dari target 10 proyek yang ditargetkan selesai sepanjang tahun.

Dengan demikian, masih terdapat empat proyek yang ditargetkan selesai hingga akhir 2026. Sementara itu, sebanyak 30 proyek PSN lainnya masih berada dalam tahap konstruksi.