NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia terus memperkuat pengawasan media sosial sebagai upaya mencegah tawaran WNI untuk menjadi tentara bayaran di luar negeri.
"Kita sedang mengidentifikasi dan juga menyusun kira-kira tindak lanjut yang paling tepat untuk mencegah rekrutmen yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mungkin bisa mengancam keamanan nasional juga," kata Wakil Menteri Komunikasi Digital Republik Indonesia Nezar Patria di Meulaboh, Rabu.
Ia mengatakan pemerintah saat ini terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi, pencegahan, serta koordinasi lintas sektoral guna mengatasi berbagai ancaman keamanan nasional, termasuk konten berbahaya yang disebarkan melalui media sosial.
Nezar Patria mengungkapkan pihaknya juga tengah mendalami permasalahan terkait konten-konten yang berpotensi menjadi "tentara bayaran" dan disebarkan lewat media sosial oleh pihak luar.
Menurut dia, masalah ini telah masuk ke dalam ranah koordinasi politik dan keamanan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).