Sementara itu, Smesco Indonesia memiliki product intelligence untuk mengidentifikasi produk potensial dari dalam negeri.

Menurut Bagus, kedua informasi tersebut perlu dihubungkan agar produk UMKM dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Kementerian UMKM sebelumnya telah memfasilitasi sekitar 75 UMKM untuk terhubung dengan pasar China. Dari jumlah tersebut, lima UMKM telah menandatangani kontrak kerja sama dengan eksportir untuk produk antara lain cocopeat, kopi, teripang, dan kerupuk.

Bagus berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas akses UMKM ke pasar global sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar ekspor.