Kemudian, potensi export gap di Amerika Serikat (AS) mencapai 14 miliar dolar AS, antara lain pada produk kendaraan, mineral dan logam, mesin dan peralatan elektronik, kayu, kertas, karet, plastik, serta produk kimia.
Sementara di Jepang, potensi export gap tercatat sebesar 5,5 miliar dolar AS dengan peluang utama pada produk mineral dan logam, hasil laut, produk nabati, serta bahan kimia.
Adapun di India, potensi export gap mencapai 10 miliar dolar AS, yang bersumber dari komoditas mineral dan logam, bahan kimia, mesin dan elektronik, serta produk nabati.
βPemetaan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan ekspor tidak hanya perlu dilakukan melalui pencarian pasar baru, tetapi juga dengan memperdalam pasar yang selama ini telah menjadi tujuan ekspor Indonesia,β tutur Menko Airlangga.
Untuk menangkap potensi tersebut, pemerintah akan mendorong penguatan ekspor berbasis komoditas dengan mempertemukan kapasitas produksi dalam negeri dan kebutuhan spesifik negara tujuan.