Pendekatan itu mencakup sektor pertambangan, pertanian dan perkebunan, perikanan, serta manufaktur.
Pemerintah juga memetakan potensi ekspor produk elektronik, teknologi, dan telekomunikasi.
Selain itu, lanjut Airlangga, pemerintah memperkuat koordinasi lintas K/L bersama pelaku usaha untuk mengatasi berbagai hambatan ekspor, mulai dari regulasi, standardisasi persyaratan pasar hingga kendala teknis di lapangan.
Menko berharap upaya itu dapat mendorong peningkatan nilai ekspor sekaligus memperkuat ekspor produk bernilai tambah dan diversifikasi komoditas Indonesia.
"Dengan pendekatan tersebut, optimalisasi pasar utama diharapkan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan nilai ekspor secara agregat, tetapi juga melalui penguatan ekspor produk bernilai tambah dan diversifikasi komoditas, sehingga peluang pasar yang masih terbuka dapat dikonversi menjadi ekspor Indonesia yang lebih konkret,” tutup Airlangga.