NADIKABAR.COM β Pemerintah mempercepat pembangunan interkoneksi jaringan listrik antarpulau, dengan Sumatera-Jawa sebagai prioritas, untuk menghubungkan sumber energi baru dan terbarukan dengan pusat industri dan permintaan listrik.
Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekenomian Elen Setiadi dalam seminar WRI Indonesia di Jakarta, Rabu, mengatakan pemerintah menargetkan interkoneksi Sumatera-Jawa menjadi salah satu prioritas, disusul pengembangan jaringan yang menghubungkan Sumatera dengan Kepulauan Riau serta Bangka Belitung.
"Yang kita targetkan segera adalah bagaimana terhubungnya antara Sumatera dengan Jawa terutama. Kemudian kita kembangkan Sumatera dengan Kepulauan Riau, Sumatera dengan Bangka Belitung," kata Elen.
Elen menyebut interkoneksi penting untuk menghubungkan pusat energi dengan pusat industri, termasuk kawasan industri, smelter, kawasan ekonomi, dan pusat pertumbuhan baru.
Khusus Kepulauan Riau, Elen menilai penguatan interkoneksi dibutuhkan untuk mendukung pengembangan pusat data di Batam yang terus berkembang.
Ia menyebut pengembangan pusat data (data center) membutuhkan pasokan energi hijau, sehingga kebutuhan listrik di Kepulauan Riau perlu didukung sumber energi baru dan terbarukan dari wilayah lain, termasuk Sumatera.
βKepulauan Riau, termasuk Batam, itu salah satu tujuan untuk pengembangan data center β¦ tidak hanya di Nongsa tetapi di sekitaran Batam, itu sudah sangat berkembang sekali data center-nya,β ujar dia.
Ia menyebut saat ini interkoneksi antarpulau yang telah tersambung adalah Jawa-Bali. Pemerintah selanjutnya mendorong pengembangan interkoneksi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung.
Menurut Elen, pemerintah menargetkan interkoneksi antarpulau tersebut dapat terjalin pada 2032β2035. Penguatan jaringan itu menjadi bagian dari rencana pembangunan green super grid sepanjang 70.000 kilometer hingga 2040, yang dinilai penting untuk mengintegrasikan potensi energi baru terbarukan (EBT) guna mendukung kawasan industri, smelter, kawasan ekonomi, dan pusat-pusat pertumbuhan baru.