Berdasarkan jenis penyaluran per sektor, perdagangan besar dan eceran mendominasi kucuran kredit prioritas, disusul pertanian, jasa kemasyarakatan, sosial, budaya dan hiburan, kemudian industri pengolahan serta penyediaan akomodasi dan makanan minum (pariwisata).

Dukungan fiskal pemerintah itu turut berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali yang pada triwulan II-2026 masih di kisaran positif yaitu 5,78 persen.

Meski masih berada dalam rentang optimis, namun realisasi pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah dari periode sama 2025 mencapai 5,95 persen.

Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Bali menghitung pertumbuhan ekonomi Bali diproyeksikan mencapai 5,9 persen pada 2026.