NADIKABAR.COM β Pemerintah menyampaikan realisasi investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, mencapai Rp131,62 triliun selama periode 2021 hingga semester I-2026 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 320.446 orang.
Capaian tersebut menjadi momentum untuk mengakselerasi pengembangan Kawasan Rebana sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terpadu di Jawa Barat, seiring selesainya kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan kerja sama melalui Project for Rebana Area Development ditandai dengan penyelenggaraan The Final Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting di Jakarta pada Selasa (29/9).
βKawasan Rebana berpotensi besar menjadi kutub pertumbuhan sekaligus katalis percepatan ekonomi dari tingkat provinsi hingga nasional. Kerja sama dengan JICA ini bertujuan mendorong pembangunan ekonomi dengan memajukan industri dan infrastruktur di Kawasan Rebana, khususnya di sekitar Pelabuhan Internasional Patimban,β kata Dida.
Menurut dia, pengembangan Kawasan Rebana tidak hanya membutuhkan perencanaan yang baik, tetapi juga koordinasi lintas lembaga, komitmen pemerintah daerah, serta konsistensi kebijakan dalam implementasinya.
Selama dua tahun pelaksanaan kerja sama, pemerintah Indonesia bersama JICA menyusun rencana induk (master plan) Kawasan Rebana yang berfokus pada integrasi industri dan konektivitas logistik.
Kerja sama itu juga menghasilkan Rencana Spesifik Pengembangan Pusat Industri Hijau (Green Industry Hub) serta Pedoman Eco-Industrial Park sebagai landasan pengembangan kawasan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain penguatan perencanaan, pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan dan strategi promosi investasi berbasis keberlanjutan lingkungan untuk meningkatkan daya tarik Kawasan Rebana bagi investor domestik maupun global.