Menurut Oka, dua unit huntara rencananya dibangun di Kota Mbay dan setiap kecamatan masing-masing satu unit. Ia menekankan lokasi huntara harus strategis agar masyarakat bisa melihat dan meninjau secara langsung.

"Itu yang kami buat sebagai contoh. Kemudian pembangunannya berfokus pada rumah warga yang rusak berat dan ada lahan yang cukup sesuai spesifikasi yang ada," jelas Oka.

Sementara itu, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada mengatakan pembangunan huntara itu berkaitan dengan pendataan rumah yang rusak berat. Namun, ia menyadari pekerjaan itu tidak mudah karena minimnya personel di lapangan.