Menurut Zulhas, peningkatan produktivitas menjadi perhatian pemerintah karena sebagian tanaman kelapa Indonesia telah berusia tua, sementara kebutuhan terhadap komoditas tersebut terus berkembang di pasar internasional.

Ia menjelaskan permintaan kelapa kini tidak hanya berasal dari kebutuhan pangan tradisional, tetapi juga dari industri makanan dan minuman yang semakin banyak memanfaatkan produk turunan kelapa.

"Orang sekarang minum kopi nggak pakai susu lagi, sudah pakai kelapa, santan. Itu terjadi di China, Asia, India dan tempat-tempat lain, sehingga kelapa menjadi rebutan," ujar dia.

Zulhas menilai meningkatnya permintaan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan produksi dalam negeri agar petani dan industri pengolahan nasional dapat memanfaatkan peluang pasar yang berkembang.

Karena itu, pemerintah menyiapkan pengembangan komoditas kelapa secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit, perbaikan pengelolaan perkebunan, hingga peningkatan kapasitas industri pengolahan.

Ia mengatakan pengembangan industri hilir diperlukan agar Indonesia tidak hanya mengandalkan penjualan kelapa sebagai bahan baku, tetapi juga dapat menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi.