NADIKABAR.COM β Pemerintah menyiapkan anggaran awal Rp1,28 triliun untuk membukakan rekening bagi 25 juta warga berusia di atas 17 tahun yang termasuk kelompok desil 1-4, melalui Program Satu Orang Satu Rekening.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan program ini bisa meningkatkan inklusi keuangan masyarakat mendekati 99 persen.
βMenindaklanjuti Bapak Presiden, kami siapkan Program Satu Orang Satu Rekening dan dengan Program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen,β kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Kamis.
Pemerintah bakal menyalurkan setoran awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening. Pemerintah menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra bank penyalurnya.
Menko Airlangga menjelaskan bahwa kedua bank itu nantinya akan menyiapkan data calon penerima program. Datanya berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
βIni kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan, dan kegiatan produktif Jadi bukan soal hanya pembukaan rekening. Nah peningkatan inklusi juga dimulai sejak dini,β jelasnya.
Selain itu, Airlangga menyampaikan program Rekening Pelajar yang sudah berjalan lebih dulu.
Program Rekening Pelajar telah diikuti oleh 59,18 juta pelajar dengan dananya tabungan Rp27 triliun. Program ini mendorong peningkatan inklusi keuangan sejak usia sekolah.