Yusril menegaskan tindakan itu diambil bukan karena nama musisi tersebut. Dia menyebut pemerintah khawatir konser malah dipakai untuk kampanye dukungan terhadap Israel.
"Tentu pemerintah tidak mempersoalkan agama yang bersangkutan atau nama yang bersangkutan yang ada 'Israel' di depannya. Tapi yang menjadi concern pemerintah adalah kegiatan musik ini ditengarai dimanfaatkan untuk melakukan satu kampanye politik untuk mendukung Israel," kata Yusril.
Yusril mendapat temuan bahwa Israel Houghton sering memberi dukungan untuk Israel dalam konsernya. Selain itu, kata Yusril, pertimbangan keamanan menjadi salah satu alasan konser tidak diizinkan.
"Ya, jadi memang ditengarai dari beberapa show yang dilakukan di beberapa tempat di luar negeri, di sela-sela pertunjukan musik dan lagu itu, artis tersebut menyampaikan satu statement yang antara lain mengatakan 'I stand with Israel'. Dan ini ucapan yang cukup sensitif ya," kata Yusril.