NADIKABAR.COM β€” Pemerintah menargetkan biaya logistik nasional turun menjadi 12,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2029 dari 14,29 persen pada 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto menugaskan dirinya untuk mengoordinasikan penguatan ekosistem logistik nasional guna menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Arahan tersebut ditindaklanjuti lewat penerbitan Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penguatan Logistik Nasional yang diundangkan pada 16 Juli 2026.

β€œArahan Presiden sangat jelas, bahwa penguatan ekosistem logistik nasional menjadi kunci untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi. Untuk itu, Presiden menugaskan saya melalui Kemenko Perekonomian untuk mengoordinasikan percepatan transformasi logistik nasional melalui Perpres 41/2026,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Selain target pada 2029, pemerintah menargetkan biaya logistik nasional bisa ditekan lagi menjadi 8 persen terhadap PDB pada 2045.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Perpres Nomor 41 Tahun 2026 memuat tiga strategi utama, yakni penguatan infrastruktur konektivitas, layanan backbone, dan sarana penunjang logistik; penguatan integrasi dan digitalisasi logistik; serta peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) dan penyedia jasa logistik.