Ia mengatakan tambak tradisional perlu menjadi perhatian karena mencakup sekitar 82 persen dari luas tambak udang di Indonesia.
Penguatan infrastruktur, termasuk irigasi pertambakan, serta dukungan teknologi dan praktik budi daya berkelanjutan dinilai diperlukan untuk meningkatkan produktivitas tambak tersebut.
Di sisi lain, Rahmat menyebut pangsa pasar udang Indonesia saat ini sekitar 6 persen dari pasar global sehingga masih perlu ditingkatkan melalui penguatan produktivitas dan daya saing industri.
Bappenas mencatat perdagangan udang global terus tumbuh dengan volume ekspor mencapai 3,97 juta ton pada 2025.