βKalau lagi bagus pasarnya, kita terbitkan. Lagi kurang bagus pasarnya, kita agak lakukan adjustment sedikit,β ujarnya.
Kementerian Keuangan menyatakan pengelolaan utang dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dana dan risiko pembiayaan, serta berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas pasar.
Adapun APBN mencetak defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 30 September 2026.
Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen terhadap target APBN. Realisasi ini mengalami pertumbuhan sebesar 25,5 persen (year-on-year/yoy).
Sementara belanja negara tersalurkan Rp2.660,5 triliun, setara 69,2 persen APBN dan tumbuh 19 persen (yoy).