NADIKABAR.COM — Pemerintah menilai transisi menuju energi hijau dan pembangunan digital sebagai mesin ganda (twin engine) penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, keberlanjutan ekonomi hijau memerlukan sinergi yang kuat antara ketersediaan energi bersih dan akselerasi infrastruktur digital.
"Pemerintah berkomitmen mengorkestrasikan transisi energi dan pembangunan digital sebagai twin engine penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi antara ketersediaan energi bersih yang terjangkau dan akselerasi infrastruktur digital menjadi kunci utama menciptakan iklim investasi berdaya saing global sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan jangka panjang," kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, investasi nasional perlu tumbuh 8–9 persen dengan kebutuhan penanaman modal Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun.
Haryo memandang keandalan energi hijau menjadi prasyarat mutlak menopang kebutuhan listrik yang diproyeksikan mencapai 700–800 Terawatt-hour (TWh) pada 2030, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas pembangkit hingga 100 Gigawatt (GW) peak berbasis energi terbarukan.