Awalnya pasangan pemilik restoran ini mencoba menafsirkan pesan tersebut secara positif. Mereka berasumsi bahwa pelanggan mungkin hanya bermaksud bahwa itu akan menjadi makanan terakhirnya sebelum perubahan besar terjadi di hidupnya. Pemilik restoran mengira mungkin pelanggan ini akan pindah rumah atau akan mulai diet.
Namun, pemilik restoran tetap tidak bisa menghilangkan perasaan tidak nyaman dan mulai melakukan segala yang mereka bisa untuk menghubungi pelanggan tersebut.
Sayangnya ketika ditelepon, pelanggan wanita ini tidak menjawab. Pasangan itu kemudian membagi perhatian mereka agar tidak larut dalam pikiran buruk. Satu orang pergi untuk memasak pesanan pelanggan dan yang lain mencari cara menghubungi pelanggan.
Meskipun telah berusaha sebaik mungkin, panggilan dari pihak restoran tampaknya tidak diperhatikan sama sekali, membuat pemilik restoran semakin khawatir. Karena sudah kehabisan akal, mereka meminta sopir pengantar makanan untuk membantu mengawasi pelanggan saat mengantarkan pesanan.
"Kami tahu ini melampaui batas. Tetapi kami sama sekali tidak bisa mengabaikan hal ini," ujar pemilik restoran.