NADIKABAR.COM — Dua pekan lagi Amerika Serikat akan menggelar Pemilu Sela pada 3 November 2026. Pemilu ini diadakan setiap dua tahun, di separuh masa jabatan presiden.
Tujuannya adalah memilih seluruh dari 435 anggota majelis rendah atau Dewan Perwakilan Rakyat, yang di AS hanya memiliki masa jabatan dua tahun.
Pemilu Sela juga memilih lebih dari sepertiga dari total 100 anggota majelis tinggi atau Senat.
Senat AS ini setara dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Indonesia. Mereka mewakili 50 negara bagian di AS, di mana masing-masing negara bagian diwakili oleh dua senator.
Akan tetapi, dalam Pemilu Sela hanya 33 atau 24 senator baru yang akan dipilih. Masa jabatan senator adalah enam tahun.
Senat dan DPR berada dalam rumah besar bernama Congress. Uniknya, hanya anggota DPR yang disebut congresswoman atau congressman, sedangkan anggota Senat dipanggil senator.
Pemilu Sela juga memilih 34 dari total 50 gubernur yang mengepalai 50 negara bagian di AS.
Sama dengan presiden, masa jabatan gubernur adalah empat tahun, kecuali gubernur Vermont dan New Hampshire, yang hanya dua tahun.
Pemilu Sela juga memilih sejumlah walikota atau kepala daerah, dan anggota legislatif tingkat daerah.
Saat ini, baik DPR maupun Senat dikuasai oleh Partai Republik, dengan selisih tipis saja.
Partai Republik menguasai 218 kursi DPR, ditambah satu kursi dari legislator independen, sedangkan Partai Demokrat menguasai 214 kursi.
Partai Republik juga menjadi pemilik kursi mayoritas Senat, dengan 53 kursi, sedangkan Demokrat menguasai 45 kursi, ditambah dua kursi independen.
Dalam kata lain, saat ini baik dewan legislatif maupun dewan eksekutif tengah dikuasai Partai Republik, karena presiden, yakni Donald Trump, juga berasal dari Republik.