Di Amerika Latin, sejumlah pemimpin konservatif juga mengakui kemenangan Lula dan menekankan pentingnya kerja sama regional. Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, yang mengakui perbedaan ideologi dengan Lula, mengatakan, "Brasil dan Kolombia saling membutuhkan."
Ia menyoroti kerja sama dalam pemberantasan narkoterorisme, pertambangan ilegal, dan perlindungan Amazon. Presiden Chile Jose Antonio Kast juga menyatakan kedua negara akan melanjutkan kerja sama dalam integrasi ekonomi dan pemberantasan kejahatan terorganisasi.
Trump belum mengakui hasil pemilu Brasil hingga Senin (26/10) sore. Berbicara kepada wartawan sebelum terbang ke Mississippi, ia mempertanyakan proses penghitungan suara tanpa memberikan bukti bahwa pemilihan telah dicurangi.
"Pemilu harus tidak menyisakan keraguan, dan menurut saya ini terlihat sangat buruk," kata Trump. Ia menambahkan, "Saya pikir cara penghitungan suaranya terlihat sangat buruk."
Meski demikian, Trump mengatakan dirinya tidak secara resmi mendukung salah satu kandidat dan menyampaikan pandangan positif mengenai Lula. "Saya menyukai Lula. Saya berhubungan sangat baik dengannya," ujarnya.
Pemerintahan Presiden Argentina Javier Milei juga belum secara terbuka mengakui kemenangan Lula hingga Senin sore. Selama kampanye, Milei secara terbuka mendukung Bolsonaro dan menyebut Lula sebagai "pencuri korup".