“Minat yang masuk mencapai Rp2,9 triliun dari target awal Rp1 triliun, sehingga kami menetapkan final size penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2 triliun. Bagi kami, respon positif ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap BTN, tetapi juga menunjukkan semakin pentingnya pembiayaan yang memberikan dampak sosial bagi masyarakat,” ujar Nixon, Jumat (18/9).

Penerbitan Social Bond tersebut, lanjut Nixon, sejalan dengan visi keberlanjutan BTN yang telah dituangkan dalam roadmap jangka panjang perseroan. Melalui penerbitan ini, BTN terus mendorong penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environment, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan usaha perseroan.

Dana yang diperoleh dari penerbitan Social Bond akan diarahkan untuk membiayai berbagai proyek yang memiliki dampak sosial signifikan antara lain berupa penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang perumahan rakyat, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai program lain yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.