NADIKABAR.COM β€” Pemuda Mahasiswa Indonesia Raya (PEMIRA) mengajak organisasi, komunitas, kelompok, dan berbagai elemen pemuda untuk memperkuat konsolidasi dan kolaborasi untuk menjawab tantangan Indonesia di masa depan.

Ketua/Kordinator PEMIRA, Bintang Wahyu Saputra mengatakan, konsolidasi tersebut bukan sekadar untuk mempertemukan banyak kelompok pemuda, tetapi menjadi ruang untuk menemukan titik temu di tengah keberagaman organisasi dan latar belakang.

β€œMenuju satu abad Sumpah Pemuda, tantangan kita bukan lagi sekadar bagaimana pemuda berkumpul. Yang lebih penting adalah bagaimana energi, gagasan, dan potensi pemuda dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan positif untuk Indonesia,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ajakan tersebut akan diwujudkan melalui agenda konsolidasi pemuda yang digelar pada 17 Oktober 2026 di Gedung Joang ’45, Menteng, Jakarta.

Konsolidasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring antarpemuda sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan kerja bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

β€œKami ingin membangun ruang bersama. Bukan untuk menyeragamkan organisasi atau gagasan, tetapi untuk mempertemukan energi pemuda dalam satu semangat kebangsaan,” kata dia.

Bintang kemudian menyoroti tentang mengenai persatuan pemuda yang bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan membangun kesadaran bersama bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika diarahkan pada kepentingan kebangsaan.

β€œPerbedaan itu tidak seharusnya menjadi jarak. Justru dari keberagaman tersebut kita bisa membangun kolaborasi dan kontribusi yang lebih luas untuk Indonesia,” kata dia.

Bintang menambahkan, momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda perlu dimanfaatkan untuk membangun ekosistem kepemudaan yang terbuka, kolaboratif, dan produktif.

Karena itu, PEMIRA membuka kesempatan bagi organisasi, komunitas, dan kelompok pemuda untuk bergabung dalam agenda konsolidasi tersebut.