NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan revitalisasi 36 sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu dengan dana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), hampir rampung dengan bobot kerja di atas 50 persen.

"Dari 36 sekolah yang direvitalisasi, 15 sekolah telah selesai 100 persen dan sisanya bobot pekerjaan di atas 50 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam Andri didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Deputra Ariandi di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan 36 sekolah tersebut terdiri dari Kelompok Belajar (KB) dan TK 16 unit, SD 15 unit dan SMP lima unit.

Untuk KB dan TK yang telah selesai 100 persen sebanyak 10 unit yakni KB Harapan Bunda Palupuh, TK Aba Bunga Tanjung, TK Muhammadiyah Maninjau, TK Aisyiyah Gumarang. Lalu TK Al Hidayah Balingka, TK Baiturahman Ampek Nagari, TK Harapan Ayah Bunda Ampek Nagari, TK Darussalam Muaro Putih, TK Nurul Iman Gadih Angik dan TK Babusalam Palembayan.

"Enam yang belum selesai dengan bobot pekerjaan sekitar 75-95 persen," katanya.

Sementara SD, lanjutnya, sudah selesai 100 persen empat dari 15 sekolah yaitu SDN 04 Sungai Rangeh, SDN 19 Koto Tinggi, SDN 17 Gobah, dan SDN 19 Pasir Tinggi.

"11 unit sekolah lainnya dengan bobot pekerjaan 75,65-96 persen," kata Deputra Ariandi.

Sedangkan renovasi tingkat SMP, baru SMP 2 Tanjung Raya sudah selesai dan empat sekolah lainnya dengan bobot pekerjaan 60-98 persen.

"Kami berharap beberapa minggu ke depan, pembangunan seluruh sekolah sudah selesai 100 persen," katanya.

Revitalisasi sekolah terdampak bencana ini melalui program bantuan pemerintah dari Kemendikdasmen dengan dana Rp25,04 miliar untuk perbaikan 36 sekolah dengan rincian KB dan TK 16 unit dengan dana Rp6,78 miliar, SD 15 unit dengan dana Rp8,15 miliar, dan SMP lima unit Rp10,10 miliar.

"Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan," katanya.