NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menerima surat dari operator Liga 1 terkait pengajuan penggunaan Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Kamis (20/8/2026). Stadion tersebut diminta untuk bisa digunakan untuk beberapa laga kandang Persib Bandung.

Melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah membenarkan telah menerima surat pengajuan tersebut. Bahkan saat ini dirinya tengah menelaah surat tersebut dan akan mengoordinasikan terkait penggunaan stadion.

"Intinya, (penggunaan stadion) untuk rencana ACL 2 dan Liga 1. Ini (pengajuan) bukan dari Persib tapi dari Liga 1 yang kita terima baru hari ini suratnya," ujar Dicky saat dikonfirmasi NadiKabar.

Rencananya Persib Bandung akan melawan Manila Digger pada playoff AFC Champions League Two (ACL 2) pada 31 Agustus 2026. Kemudian tim Maung Bandung tersebut dijadwalkan akan menjalani partai kandang Liga 1 musim 2026/2027 melawan PSM Makassar pada 6 September mendatang.

"Iya kami menerima pengajuan pertama pertandingan pertama ACL 2 tanggal 31 Agustus, sama tanggal 6 September (Liga 1) kalau enggak salah," katanya.

Pihaknya mengaku siap jikaa dipercaya untuk menggelar beberapa pertandingan kandang Persib Bandung. Apalagi saat ini stadion tersebut tengah bersiap menggelar FIFA Asean Cup 2026 mendatang.

"Kalau kami mah siap-siap aja, artinya sekarang juga lagi re-assessment. Pengecekan kesiapan lapangan. Dari dari PSSI. Hari ini sedang berlangsung," jelasnya.

Dicky menyebutkan saat ini tengah memfasilitasi PSSI dalam gelaran FIFA Asean Cup 2026. Menurutnya rencana penggunaan Si Jalak Harupat untuk FIFA Asean Cup telah disiapkan sejak jauh hari.

"Kalau kita sih sebenarnya kan kita juga memfasilitasi yang PSSI yang berkaitan dengan ASEAN karena lebih lebih awal meminta venue untuk di Si Jalak Harupat. Terkait dengan Liga 1, ya kami serahkan serahkan juga sepenuhnya melalui kebijakan PSSI," ucapnya.

Dia meminta operator Liga 1 untuk berkoordinasi dengan PSSI terkait pelaksanaan laga kandang Persib Bandung di Si Jalak Harupat. Pasalnya saat ini stadion tersebut digunakan beberapa penyelenggaraan nasional.

"Nah, jadi karena memang itu waktunya juga bersamaan dengan persiapan FIFA Asean Cup, nah berarti dari liga juga harus koordinasi dengan PSSI terkait dengan pelaksanaannya. Karena kan liga yang sama-sama menggunakan Si Jalak Harupat," kata Dicky.

"Kan kalau kita juga enggak bisa memutuskan ASEAN untuk tidak digelar di kita, termasuk juga yang liga. Ini kan program Pak Presiden yang ASEAN juga. Jadi dari liga koordinasi dengan FIFA dan PSSI," tambahnya.

Dicky mengaku belum mendapatkan informasi terkait penggunaan stadion untuk seluruh laga kandang Persib Bandung selama musim 2026/2027. Namun dirinya baru mendapatkan informasi terkait beberapa laga.

"Belum ada kejelasan (penggunaan satu musim penuh Liga 1). Baru surat terkait dengan inspeksi persiapan Liga 1 venue," tuturnya.

Dia menambahkan stadion Si Jalak Harupat tidak dikenakan biaya sewa terkait penyelenggaraan FIFA Asean Cup. Pasalnya agenda tersebut merupakan kalender resmi FIFA.

"Tapi kalau karena ACL mah karena dia ada tiket penonton dan juga ini sifatnya ada ini, itu pasti kita harus keluarkan aturan sewa pemanfaatan lahan. Untuk liga. Biaya sewanya itu kalau berdasarkan perda, ada juga berdasarkan perbup. Kalau perda tergantung dengan apakah itu internasional atau nasional," pungkasnya.