"Ini adalah gerakan kolaboratif dengan menempatkan pemerintah desa sebagai garda terdepan memastikan anak-anak usia sekolah agar tidak putus sekolah," kata Mujiono.
Untuk pelaksanaannya, menurut dia, dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pendataan berkala anak tidak sekolah, pengembalian anak ke bangku sekolah, serta pendampingan psikososial.
Mujiono menyebutkan, upaya ini menunjukkan hasil signifikan, dan jumlah anak tidak sekolah di Banyuwangi berhasil ditekan dari 4.186 anak pada 2023 menjadi 1.356 anak pada 2025.
"Capaian lainnya, jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun meningkat pesat, dari semula hanya tiga desa menjadi 74 desa dalam kurun waktu dua tahun," kata dia.
Penilaian IGA 2026 melibatkan 30 anggota tim penilai dari 26 instansi, dan mereka berasal dari unsur kementerian/lembaga, akademisi, media nasional, hingga NGO.