NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan gerak cepat dalam penanganan kasus keracunan pada warga Desa Rowobelang setelah mereka mengonsumsi makanan program makanan tambahan (PMT).

Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Batang Feria Kurniawati di Batang, Selasa, mengatakan dari jumlah warga yang keracunan itu, sembilan orang menjalani rawat inap dan sisanya menjalani observasi atau rawat jalan.

"Intoksikasi keracunan ada 21 pasien terdiri atas 14 pasien dewasa dan tujuh anak. Dari jumlah itu, sekitar sembilan pasien membutuhkan perawatan inap," katanya.