Pada segmen ini, pekerjaan berlangsung sejak 1 September dengan target tuntas pada 29 Desember mendatang. Saat ini progres pekerjaan menggunakan total 11 alat berat itu sudah menjangkau sepanjang 950 meter.
"Segmen kedua mulai dari Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara menuju Desa Sukamekar di Kecamatan Sukawangi. Pekerjaan ini dimulai sejak 31 Agustus hingga 28 Oktober 2026 dengan progres terkini sudah menjangkau 2,45 kilometer didukung 10 unit ekskavator," katanya.
Denny menjelaskan Kali CBL terpantau mengalami tingkat sedimentasi cukup tinggi hingga menyebabkan pendangkalan serta penyempitan pada badan sungai. Kondisi ini menghambat aliran air dari sejumlah saluran yang bermuara ke sungai tersebut.
Normalisasi diperlukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sekaligus mengurangi risiko banjir, terlebih Kali CBL belum pernah dinormalisasi sejak dibangun. Akibatnya, sedimentasi terus menumpuk dan berpotensi menghambat aliran air, terutama ketika debit meningkat pada musim hujan.
"Melalui normalisasi Kali CBL diharapkan kapasitas sungai makin optimal, aliran air lebih lancar dan potensi banjir yang selama ini mengancam permukiman warga dapat ditekan, khususnya saat intensitas hujan meningkat," kata dia.