NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulans untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Kalau ada warga masyarakat yang antre BBM kemudian mengalami kelelahan atau masalah kesehatan lainnya, mereka bisa segera ditangani,” kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra seusai membuka kegiatan Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Buleleng, Kamis.

Sutjidra mengatakan dia telah menginstruksikan seluruh puskesmas yang wilayah pelayanannya terdapat SPBU untuk bersiaga memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya pemberitaan mengenai warga di luar Buleleng yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk pingsan akibat kelelahan setelah mengantre BBM.

Sutjidra menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut dan meminta jajaran kesehatan mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa di Kabupaten Buleleng.

Menurut dia, kesiapan tenaga kesehatan dan ambulans diperlukan agar masyarakat yang mengalami kelelahan maupun keluhan kesehatan lainnya dapat segera mendapatkan penanganan.

β€œDari 20 puskesmas yang ada, saya kira itu sanggup untuk mengcover 21 SPBU di seluruh Buleleng,” ungkapnya.

Selain menyiagakan layanan kesehatan, Pemkab Buleleng juga menerjunkan personel Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk membantu menjaga ketertiban serta situasi kondusif.

Kehadiran petugas diharapkan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama berlangsungnya antrean pembelian bahan bakar.

Sutjidra mengatakan pemerintah daerah terus memantau pasokan BBM dan pendistribusiannya kepada masyarakat agar kebutuhan bahan bakar dapat terpenuhi.

Ia mengimbau warga tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga tidak memperpanjang antrean akibat pembelian berlebihan.

"Jangan ikut panik tidak ada BBM, BBM itu ada, tetapi perlu kita tunggu untuk pendistribusiannya,” ujarnya.