Menurut dia, produk fesyen dan UMKM Kudus memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Lebih dari 35 jenama fesyen lokal, kata dia, turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Sam'ani mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, turut diperkenalkan desain batik yang akan digunakan sebagai seragam ASN Kudus. Desain batik reroncen wahyu Kudusan terpilih sebagai pemenang dalam kompetisi desain batik ASN.