Sekda mengingatkan keamanan informasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola teknologi informasi, melainkan seluruh aparatur yang menggunakan sistem digital dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Melalui kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap seluruh perwakilan perangkat daerah dapat menjadi penggerak peningkatan kesadaran keamanan siber di lingkungan kerja masing-masing.

"Penguatan keamanan siber juga diharapkan mampu mendukung transformasi digital pemerintahan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan data masyarakat dan layanan publik terlindungi dari berbagai ancaman kejahatan digital," katanya.

Sementara itu, Pemateri dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Sandiman dalam pemaparannya memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk ancaman siber, mulai dari phishing atau penipuan melalui tautan palsu, pencurian identitas digital, hingga potensi kebocoran data akibat lemahnya pengamanan akun dan sistem informasi.