NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan kejadian luar biasa (KLB) usai ratusan siswa dari dua sekolah di Kecamatan Gembong keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab Pati menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan selama sepekan ini.
"Anggaran belum kami mitigasi, masih diinformasi ke Dinas Kesehatan Pati. Masyarakat butuh kepastian. Misalkan sampeyan jadi orang tua, ini tidak (ada yang) bertanggung jawab soal pembiayaan, akan menjadi gaduh," kata Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra saat ditemui wartawan di DPRD Pati, Senin (14/9/2026).
Chandra mengatakan untuk memastikan agar para orang tua siswa tidak khawatir, Pemkab Pati mengambil langkah dengan menanggung biaya perawatan ratusan siswa yang diduga keracunan MBG.
"Jadi pemerintah Kabupaten Pati mengambil langkah supaya masyarakat ini terlindungi. Ibu-ibu bapak-bapak yang punya anak di rumah takut memeriksakan karena biaya, kita ambil langkah cepat supaya mereka mengirim anaknya ke rumah sakit dan tanpa biaya," ujar Chandra.
"Masalah nanti SPPG atau BGN akan kami rembug, yang penting supaya orang tua ini nyaman dan aman anaknya berobat dengan gratis," sambungnya.
Chandra juga menyoroti cara penyajian MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut dia, proses pendinginan makanan belum sempurna tapi sudah ditutup.
"Biasanya dari pendinginan sampai di-packing tempatnya sempit, jadi pendinginan tidak sampai dingin langsung ditutup. Jadi hal seperti itu ada virus dan sebagainya," kata dia.