NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung memperketat standar pengamanan di sejumlah destinasi wisata menyusul rentetan kecelakaan yang merenggut nyawa wisatawan asing di Nusa Penida. Langkah mitigasi ini disiapkan dengan memasang rambu peringatan hingga pengerahan petugas di titik-titik rawan.
"Sebenarnya selama ini sudah banyak dipasang papan peringatan untuk mengingatkan wisatawan agar memprioritaskan keamanan saat berwisata. Tapi terkadang tamu masih bandel. Masalah keamanan wisatawan saat berada di destinasi ini harus kami ingatkan lagi," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Klungkung, Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, Senin (14/9/2026).
Sebagai langkah awal, Dispar Klungkung akan memasang rambu berupa bendera di kawasan pesisir Pantai Crystal Bay dan Pantai Kelingking. Dengan pemasangan rambu ini, pemetaan zona akan diperjelas tim redaksi titik aman untuk berenang dan area yang harus steril atau dilarang sama sekali.
"Titik-titik yang bahaya untuk aktivitas berenang itu kami kasih tanda larangan berenang," imbuh Mahajaya.
Selain rambu, pengawasan langsung juga akan diperkuat dengan menambah tenaga keamanan di tiap destinasi. Personel khusus ini akan direkrut melalui kerja sama dengan desa adat pascapenerapan sistem One Gate One Destination (OGOD).
Mahajaya menjelaskan petugas tersebut disiagakan untuk mengawasi sekaligus menegur wisatawan di masing-masing destinasi. Menurutnya, para turis perlu terus diingatkan meski papan peringatan sudah terpasang.
"Misalnya di Pantai Kelingking. Bagi wisatawan yang ingin turun ke bibir pantai, ada petugas khusus yang mengingatkan apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak. Walau sudah ada papan peringatan, wisatawan harus diingatkan lagi," terangnya.
Mahajaya mendorong para sopir, pemandu wisata, hingga agen perjalanan untuk turut aktif mengedukasi pelancong. Terlebih, topografi Nusa Penida didominasi tebing curam dan karakteristik ombak laut yang besar.
"Kami ajak juga pelaku wisata untuk terus ingatkan tamunya. Kalau petugas tentu sulit awasi seluruh wisatawan yang jumlahnya ribuan," imbuhnya.
Sebelumnya, turis asal Australia bernama Brianna Lani Cronin (29) tewas terjatuh dari tebing curam Pantai Kelingking, Nusa Penida, pada Sabtu (12/9). Brianna ditemukan di bibir pantai dengan kondisi patah tulang tangan dan kaki, luka robek pada kaki kanan, serta luka sekujur tubuh akibat benturan karang.
Sehari berselang, kecelakaan dialami oleh seorang turis asal Inggris, Archibald Frederick Taylor. Pria asing itu tewas tenggelam saat berenang di Pantai Crystal Bay, Nusa Penida.