Dia menyebutkan selain sebagai tempat beristirahat, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas perkuliahan, berdiskusi, serta mempererat interaksi antarmahasiswa asal Kepulauan Seribu.

Lebih lanjut, dia menuturkan program itu bersinergi dengan Baznas (Bazis) Kepulauan Seribu, dan seluruh fasilitas dapat digunakan secara gratis tanpa biaya sewa maupun pungutan operasional.

Maka dari itu, mahasiswa diimbau agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan pengelola dan meminta sejumlah uang.

“Rumah singgah ini masih tahap awal. Kami terbuka untuk menambah kapasitas maupun menyediakan fasilitas yang lebih luas apabila kebutuhan mahasiswa terus meningkat,” ungkap Zulfikri.