Keterbatasan air bersih masih menjadi kendala di wilayah terdampak. PDAM melaporkan kerusakan pipa utama dari kawasan Perumahan Kayu Aro hingga kawasan perkantoran dan menargetkan aliran air kembali tersedia di kawasan perkantoran pada Senin dengan dukungan distribusi air menggunakan mobil tangki.
Pendataan cepat yang telah divalidasi bersama pihak nagari mencatat 18 rumah rusak berat, 11 rusak sedang, 39 rusak ringan, satu rumah terendam, dan tiga rumah rawan. Sebanyak 72 rumah tersebut akan ditindaklanjuti melalui SK Bupati Solok, termasuk untuk kebutuhan Dana Tunggu Hunian.
BPBD mengarahkan Kelompok Siaga Bencana untuk membantu pembersihan kawasan perkantoran dan meminta ASN dari kantor terdampak ikut membersihkan fasilitas masing-masing. BNPB juga melakukan kajian menggunakan aplikasi InaRISK serta mendorong optimalisasi alat berat dan pemenuhan BBM untuk mempercepat pemulihan.
Selain pembersihan kawasan perumahan dan perkantoran, penanganan pascabencana difokuskan pada pengangkutan material, pembersihan drainase dan bahu jalan, normalisasi sungai, pemulihan jaringan air bersih, serta pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat yang rumahnya terdampak.