Menurut dia, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam mengenal, mempraktikkan, serta menjaga tradisi yang diwariskan leluhur.
Parade laut tersebut menghadirkan perahu adat dari 10 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Setiap perahu menampilkan busana adat dan tarian khas daerah masing-masing dengan melibatkan delapan pegiat budaya.
Juliana menilai keberagaman yang ditampilkan dalam parade tersebut menunjukkan kekayaan identitas budaya masyarakat Tanimbar yang hidup berdampingan dengan laut sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
"Ini menjadi momentum bagi kita untuk menunjukkan bahwa Tanimbar memiliki kekayaan budaya yang beragam. Anak-anak muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya ini," ujarnya.