NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada di bawah empat persen pada akhir 2029, dengan mengandalkan penyerapan tenaga kerja di sektor ritel modern.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandung, Jabar, Senin, memaparkan saat ini angka pengangguran terbuka di Kota Bandung berada di posisi 7,2 persen atau setara dengan 90 ribu angkatan kerja.

Angka ini seiring dengan tingkat kemiskinan yang berada di kisaran 3,78 persen atau sekitar 90 ribu jiwa.

"Tingkat pengangguran terbuka 7,2 persen itu sama dengan 90 ribuan. Tingkat kemiskinan 3,78 persen itu juga sekitar 90 ribuan. Jadi konsisten bahwa yang masuk dalam pengangguran terbuka itu sama jumlahnya dengan orang miskin. Target kita pengangguran harus di bawah empat persen atau tersisa maksimum 38 ribu pada 2029," ujar Farhan selepas pembukaan Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 yang berbarengan dengan Bulan Mutu Nasional.

Farhan menjelaskan sektor ritel dan perdagangan merupakan motor penggerak utama ekonomi Kota Bandung yang menyumbang penyerapan tenaga kerja formal cukup besar.

Kemitraan dengan pelaku ritel diharapkan memberi kepastian ikatan kerja formal, jaminan pendapatan, perlindungan jaminan sosial, serta pembayaran pajak.

Selain mendorong sektor ritel, Pemkot Bandung juga menempuh strategi sistemik untuk menjaga iklim usaha dan daya beli warga.

"Yakni melalui program kurasi UMKM, revitalisasi aset pasar daerah, pengendalian inflasi, fasilitas kredit KUR perbankan, hingga penanganan masalah sosial seperti pinjaman ilegal dan judi online," tuturnya.