NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak 46 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau atau sejak Mei hingga September 2026.

"Sampai saat ini sudah 46 kasus kebakaran karhutla di Kota Bengkulu pada musim El Nino. Ini sudah 46, artinya sebenarnya kondisi belum aman-aman saja," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bengkulu Yuliansyah di Bengkulu, Senin.

Proses pemadaman tersebut telah dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Damkarmat, Sat Samapta Polda Bengkulu, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu.

Meskipun kasus karhutla di Kota Bengkulu mulai berkurang, kata dia, kondisi cuaca yang belum stabil membuat potensi karhutla masih perlu diwaspadai.

Ia mengatakan setiap laporan kebakaran yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh petugas dan penanganan juga melibatkan sejumlah unsur untuk mempercepat proses pemadaman.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar lahan, membakar sampah, membuang puntung rokok dan lainnya.

"Pembakaran sampah juga menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kebakaran hingga merembet ke permukiman. Banyak kejadian kebakaran rumah diakibatkan oleh pembakaran sampah," ujar dia.

Diketahui Dinas Damkarmat Kota Bengkulu juga tetap siaga dengan menyediakan layanan darurat yang dapat dihubungi masyarakat kapan saja.

Untuk personel siaga 24 jam guna melayani warga, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 07365523003 dan 08117308050 (Whatsapp) ataupun panggilan darurat 112.

"Masyarakat, RT maupun RW, apabila terjadi sesuatu silakan menghubungi Dinas Damkarmat atau melalui Call Center 112. Layanan ini gratis dan kami siaga 24 jam," kata Yuliansyah.