NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) bersama Duta Besar Palestina Untuk Indonesia memperkuat solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan sebagai wujud kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.

"Kami berharap hubungan persaudaraan antara Bukittinggi dan Palestina dapat terus terjalin melalui kepedulian dan dukungan nyata terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit. Solidaritas ini menjadi bentuk komitmen kami untuk terus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian," kata Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis di Bukittinggi, Minggu.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Tabligh Akbar pada 4 Oktober 2026 yang digelar di Masjid Jami' Aur Kuning, Bukittinggi.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan doa dan upaya kemanusiaan bagi rakyat Palestina, sekaligus mendorong terwujudnya perdamaian, keadilan, dan kemerdekaan.

"Kami ingin momentum ini semakin memperkuat kepedulian bersama terhadap kondisi yang dihadapi rakyat Palestina. Harapannya, dukungan dari berbagai pihak dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang aman, bermartabat, dan bebas dari penindasan bagi mereka," kata dia.

Ia menyatakan, penguatan solidaritas tersebut sejalan dengan nilai-nilai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.

Ia mengatakan, dukungan terhadap Palestina merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat Bukittinggi dalam menjunjung tinggi nilai solidaritas, mempererat hubungan persaudaraan, serta membela hak-hak kemanusiaan.

"Palestina dan kemanusiaan bukan sekadar tema, tetapi mencerminkan kepedulian masyarakat Bukittinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan," ujarnya.

Ia menambahkan hubungan Indonesia dan Palestina memiliki sejarah persaudaraan yang kuat. Kepedulian terhadap rakyat Palestina perlu terus dijaga melalui doa, solidaritas dan aksi kemanusiaan.

Sementara Duta Besar Negara Palestina Untuk Republik Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari menyampaikan rasa syukur dapat hadir di Kota Bukittinggi dan bertemu dengan masyarakat dalam kegiatan Tabligh Akbar.

Ia mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Bukittinggi serta menyebut Bukittinggi sebagai kota yang indah dan memiliki sejarah penting dalam perjalanan Indonesia.

β€œSaya tidak pernah merasa sebagai orang asing di Indonesia. Saya merasa berada di negeri sendiri dan di tengah masyarakat sendiri. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan seluruh masyarakat atas sambutan, kepedulian, serta dukungan yang diberikan kepada Palestina,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kondisi Palestina, khususnya Gaza, Tepi Barat dan Al-Quds yang menurutnya masih membutuhkan perhatian dan doa dari masyarakat dunia.

Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan rakyat Palestina dan berharap suatu saat dapat bertemu kembali di Masjid Al-Aqsa.

β€œDoakan kami, insyaallah Allah mengijabah doa-doa kita. Mudah-mudahan pertemuan kita berikutnya ada di Masjidil Aqsa yang penuh berkah,” kata dia.