"Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Bukittinggi. Kebersamaan yang dijalin, tentu dapat memberikan semangat bagi kami Pemkab Solok untuk segera bangkit dan membantu serta melayani warga, terutama mereka yang terdampak," ujarnya.

Ia menjelaskan banjir bandang terjadi pada 21 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat musibah itu, dua orang meninggal dunia setelah dikabarkan hilang saat bencana terjadi.

Dia mengatakan banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Enam gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering serta puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat.

"Kerusakan yang terjadi cukup beragam dan mencakup fasilitas umum maupun milik masyarakat. Kami berharap proses penanganan dan pemulihan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ia menyebut total kerugian sementara yang ditaksir mencapai sekitar Rp300 miliar dan untuk penanganan darurat Pemkab Solok menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026.