Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana mengatakan potensi penduduk usia produktif menjadi modal pengembangan ekonomi kreatif, yang telah dibangun sejak 2009 melalui penguatan sistem inovasi daerah dan didukung Baros Information Technology and Creative (BITC) yang diresmikan pada 2012.

Ekosistem tersebut kini mencakup empat subsektor unggulan, yakni makanan dan minuman, kerajinan, tekstil dan produk tekstil, serta animasi dan media kreatif, dengan sekitar 20 hingga 30 studio kreatif aktif yang menghasilkan ribuan karya animasi dan konten digital.

Sementara itu, Komisi VII DPR RI juga sebelumnya menyoroti pengembangan industri animasi Cimahi dengan mendorong penyempurnaan regulasi dan perluasan akses pembiayaan, sementara nilai industri animasi nasional tercatat meningkat dari sekitar Rp240 miliar pada 2015 menjadi Rp800 miliar pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan penguatan keterampilan produksi konten di tingkat masyarakat dapat menjadi bagian dari rantai pengembangan ekonomi kreatif Cimahi, mulai dari penciptaan karya, promosi produk hingga perluasan akses pasar digital.