Dia mengungkapkan selama ini, sejumlah perusahaan telah menjalankan program CSR, tetapi pelaksanaannya terkadang belum terkoordinasi dengan baik sehingga berpotensi terjadi pemberian bantuan berulang di wilayah tertentu.

"Sering kali kegiatan tersebut berjalan sendiri-sendiri atau terfragmentasi. Akibatnya, ada wilayah yang menerima bantuan secara berulang, sementara wilayah rentan lainnya justru luput dari perhatian," ujar Denny.

Melalui Forum TJSLBU, Pemkot Jakarta Pusat mendorong sinkronisasi program berbasis data dengan menyiapkan peta kebutuhan sosial dan wilayah rentan sebagai acuan perusahaan dalam menentukan program.

Selain itu, program TJSL diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas, di antaranya penanggulangan kemiskinan ekstrem, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penanganan stunting, serta penguatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana di tingkat RT dan RW.

Meski demikian, dia menegaskan forum tersebut bukan wadah untuk membebani dunia usaha dengan kewajiban memberikan sumbangan kepada pemerintah.