"Alhamdulillah hampir di setiap provinsi, kota, dan kabupaten sudah ada, dan kita juga punya mesin percetakan Al Quran braille. Semua pekerjanya disabilitas netra," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum ITMI Yogi Matsuni mengatakan, pihaknya akan terus mensosialisasikan penggunaan Al Quran braille mengingat baru 10 persen dari 3,5 juta orang disabilitas netra muslim di Indonesia ini baru dapat membaca Al Quran braille.
"Buta di dunia adalah takdir, buta di akhirat adalah pilihan. Jadi ITMI mempunyai visi bahwa kita tidak boleh menjadi buta dua kali, cukup buta di dunia dan tidak boleh buta di akhirat," ucap Yogi.