Perlombaan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat (23/10) untuk lomba KBJ dan Senin (26/10) untuk lomba KST. Nantinya, tiga besar dalam lomba KBJ akan dilakukan verifikasi lapangan untuk mewakili Jakarta Timur di tingkat Provinsi DKI.
Arief menjelaskan kegiatan ini juga sebagai upaya mengapresiasi masyarakat, kader jumantik, serta pengurus RT/RW dan stakeholders lainnya dalam pencegahan DBD dan TBC.
"DBD dan TBC ini tidak bisa ditangani sektor kesehatan saja tapi peran lintas sektor peran masyarakat, semua perlu berperan," jelas Arief.
Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, peningkatan kasus terjadi sejak Januari hingga Maret 2026, kemudian mengalami penurunan pada April dan Mei.